Total Tayangan Halaman

Jumat, 11 Maret 2011

Transfer Visi, Kaderisasi & Regenerasi Pelayanan

1. Proses regenerasi yang baik dalam pelayanan
· Mengapa perlu regenerasi yang baik?
  • Kontinyuitas (kesinambungan) sebuah visi pelayanan : masa lalu-masa sekarang-masa
  • depan
  • Bukan hanya sekedar transfer kegiatan, wadah, organisasi tetapi transfer visi, spirit, inti
  • (heart beatnya) pelayanan (harta berharga : Injil).
  • Menghasilkan orang/pengurus/generasi dengan kualitas yang sama
Study Kasus 1:
Sebuah pelayanan, memiliki kepengurusan yang rata-rata sudah senior (1-1/2 tahun lagi akan lulus).
Sementara adik-adik baru di bawahnya ”dianggap belum siap untuk” masuk ke dalam kepengurusan.
Bagaimana menurut pendapatmu? Apa konsekwensi dari kebijakan untuk tidak melibatkan adik-adik angkatan dalam kepengurusan? Apa keuntungannya? Apa kerugiannya? Bagaimana mengatasi ”gap” antar angkatan?

Study Kasus 2:
Sebuah pelayanan, memiliki kepengurusan yang rata-rata masih junior (1 tahun pelayanan). Masih ada senior yang tinggal, namun senior ini tidak dilibatkan (atau tidak terlibat) dalam pelayanan adik-adiknya. Apa yang mungkin terjadi dengan pelayanan pengurus-pengurus junior ini? Adakah yang kurang dalam hal ini?
· Apa dampaknya? Proses regenerasi yang buruk? Mengapa terjadi degradasi dalam pelayanan?

  • Naik-turun, ketidakstabilan pelayanan. Kemungkinan merintis ulang dari awal pelayanan yang sudah bertahun-tahun dibangun.
  • Terkikisnya visi dari pelayanan. Aktivitas tetap, organisasi ada, ”load” pelayanan sama...tetapi tanpa visi yang jelas. Kita seringkali mempertahankan ”kerangka”, tetapi kita bisa lupa untuk meneruskan ”isi”. Yang dipertahankan oleh generasi selanjutnya adalah kerangkanya, tanpa mengerti arti, mengapa semuanya itu harus dikerjakan, apa filosofi dibalik semua itu. Mengapa? kurangnya transfer visi, transfer hidup dari orang-orang yang telah mengalami asam garam pelayanan untuk dibagikan ”tasted”nya pada adik-adiknya.
Contoh : Sebuah persekutuan mengadakan acara retreat PI. Pengurus mengadakan acara ini karena mengikuti tradisi kakak-kakak angkatan sebelumnya. Pengurus yang baru tidak mengerti mengapa retreat PI ini penting diadakan dan harus ada di tahun ini. Bagaimana pendapatmu?

· Bagaimana?
  • Investasikan kepada orang lain. Menceritakan pengalaman ”berkesan” masa lalu, bisa juga pada orang yang berbeda-beda.
  • Bukan masalah ”pengurus punya skill dan mampu memimpin”, tetapi apakah dia menghidupi visi pelayanan? Apakah spritualitas (kehidupan rohaninya) baik? It’s all about sprituality, not skills.
Proses regenerasi yang ketiganya dilakukan secara simultan1 :
1. Organisational Process :
  • Recruitment-Selecting
  • finding potential leaders (by tim regenerasi)
  • Bottom up model
  • Up Down model
  • Time Schedule of the Proccess
  • making of potential leaders
  • OJT (On the Job Training) : pengenalan (terjun) ke ladang pelayanan lebih jauh
  • Training : visi, misi, skill, wawasan pelayanan, dll
  • Couching (dilatih) : latihan praktek tertentu
  • Pengutusan
2. Spritual Process : motivasi
  • Pray : personal & komunal (dengan pengurus lama)
  • PA bersama, Khotbah
  • Small Group (KTB)
3. Social/ Relational Proccess:
  • Open our life, enter their life. Be their friend, their model
  • Visitasi : mengenal kehidupan ‘real’ pribadinya lebih dalam
  • Personal talk with each of them
  • Pendampingan pribadi ke pribadi oleh pengurus lama ke pengurus baru
2. Cara mentransferkan visi pelayanan kepada pengurus baru.
· Pengkaderan, pendelegasian2
  • Memberi kesempatan untuk melakukan tugas-tugas penting yang biasa kita lakukan
  • Melatih orang-orang memiliki kecakapan tertentu, memberi tugas
  • Membangun sense of belonging terhadap pelayanan, memperbanyak partisipasi
  • Membangun kerja sama dalam tim
Di adaptasikan dari:
1 Iwan Catur Wibowo, SS, “Regenerasi Pengurus Persekutuan Siswa/Mahasiswa”, (Disciples Vol. 1, Thn I, Jun 2004), 37-46
2 Pdt David I Santoso, “Kaderisasi, Delegasi, Suksesi”, (Disciples Vol. 1, Thn I, Jun 2004), 2-7


· Transfer Hidup (nilai-nilai)
  • Berbagi secara intensional
  • Menyampaikan pesan hidup
  • melalui Doa : mendoakan mereka
  • melalui Pengajaran : dipersiapkan, mengajarkan dengan lengkap, prinsip dan nilai penting
  • melalui Teladan : bagaimana menghidupi visi, spritualitas dalam kehidupan sehari-hari/pelayanan.
· Mencari orang yang tepat
  • Semakin sulit mencari orang yang mau melayani... bayar harga dan mau komitmen
  • Mencari orang yang punya visi
  • Spritualitas sebagai pemimpin/pengurus
3. Pendampingan kepada pengurus oleh Senior
· Pasca pengurus... what next?
  • Melepaskan dan membiarkan ?
  • Tetap mendampingi : ”back up” jangka panjang, jangka pendek
  • Harga yang harus dibayar
· Faktor tantangan:
  • Faktor pengurus baru : menghargai senior, menerima senior,
  • Faktor pengurus lama : tidak ”power syndrom”, kurang mengerti junior
· Kedewasaan sebuah persekutuan

Prepared by :
Naomi Fortuna Kaber (Staff Perkantas DIY)



Quote:

…”Sekali lagi keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya diukur dari kepemimpinannya
untuk memimpin, melainkan juga kepemimpinannya untuk mengkader orang-orang yang
dipimpinnya untuk memimpin.…”
Pdt Dr David I Santosa

..” Kemunduran pada PMK terjadi karena beberapa hal, antara lain :
penginjilan yang tidak terjadi
secara alamiah, pemuridan yang tidak terkelola dengan baik,
program yang tidak menjawab kebutuhan zaman,
strategi atau metode pelayanan yang tidak relevan
dengan kehidupan mahasiswa,
acara persekutuan yang monoton dan kaku,
kurangnya kreatifitas pengurus dalam mengelola persekutuan,
lemahnya kepemimpinan,
spritualitas yang memudar sehingga PMK terkesan
atau terjebak dalam ritual mekanis…”
Tiopan Manihuruk, Staff Perkantas Medan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar