Total Tayangan Halaman

Senin, 21 Mei 2012

Inductive Bible Study


Inductive Bible Study







Berbahagialah orang yang tidak berjalan
menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN,
dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya;
apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik:
mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman,
 begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar,
tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
(Psa 1:1-6)







Compiled by : Naomi Fortuna K (Staff Perkantas DIY)
PA = Penyelidikan Alkitab/Pendalaman Alkitab.

“Bila saya memberikan seekor ikan kepada seseorang, orang itu hanya punya ikan untuk hari itu. Bila saya mengajarkan seseorang cara untuk menangkap ikan, orang itu akan mempunyai banyak ikan seumur hidup” -Khong Hu Chu-

Apa definisi PA?
Penyelidikan Alkitab merupakan proses menggali, menyelidiki, menemukan kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam Alkitab.

Dalam “ilustrasi tangan”[1], ada beberapa tahapan dalam memahami Alkitab, dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda.


 Mendengar = mendengarkan Firman, khotbah, renungan Firman yang telah diselidiki oleh orang lain.
Membaca = membaca Alkitab secara menyeluruh dan sistematis.
Menyelidiki = menemukan kebenaran-kebenaran Allah yang bernilai tinggi
Menghafal Ayat = menggunakan Pedang Roh untuk mengatasi Iblis dan godaannya. Menolong kita bersaksi kepada orang lain.
Merenungkan = memikirkan makna/arti Firman Allah, dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Kuasa Firman yang mengubahkan hati dan kehidupan.
Mengapa Alkitab sangat penting bagi kehidupan kita?
·         Mat.4:4  : Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

·         Yos.1:8  : Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

·         2 Tim.3:15-17  : Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

·         Ro.12:2  : Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

·         Maz.119:9-11 : Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Kesimpulan: Alkitab bukan sekedar pelengkap hidup, tetapi merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan yang benar,  berarti dan bernilai kekal[2].
Beberapa fakta tentang Alkitab[3] :
1.      Alkitab adalah Firman Allah , diilhamkan Allah (II Tim.  3:16, II  Pet  1:21).
2.      Alkitab adalah Firman Allah yang berotoritas.
3.      Alkitab memiliki kesatuan arti dan utuh.
4.      Alkitab yang diilhamkan itu melalui pikiran dan tangan manusia yang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda.
5.      Alkitab diilhamkan dan dituliskan dalam "jubah" atau  konteks sejarah, budaya dan tradisi manusia
6.      Alkitab  dituliskan  dalam bahasa tulisan,  
7.      Alkitab ditulis dalam berbagai macam “genre” (baca : jenre = gaya sastra).


Pengenalan Inductive Bible Study dengan metode (COIRA)

“Tuhan bukalah mataku sehingga aku dapat melihat hal-hal yang indah dari firman-Mu” (Mazmur 119:18)

  1. Context
  2. Observation
  3. Interpretation
  4. Reflection
  5. Aplication

Context
Konteks adalah memahami background (latar belakang) dari peristiwa (ayat/pasal/kitab) yang sedang kita pelajari. Langkah ini sangat penting untuk menolong kita menginterpretasi secara tepat perikop yang sedang kita gali. Secara sederhana langkah yang bisa kita gunakan untuk memahami konteks antara lain:
  • Ayat sebelum dan sesudahnya
  • Pasal sebelum dan sesudahnya
  • Kitab dimana pasal itu berada
  • Seluruh Firman Allah

Contoh :
“Perumpamaan anak yang hilang” Lukas 15 :11-32

Beberapa data tentang konteks yang dapat kita lihat:
  • Perikop ini merupakan perumpamaan yang diajarkan Tuhan Yesus secara berurutan “bertema sama” dalam 3 perikop:
·         Perumpamaan tentang domba yang hilang
·         Perumpamaan tentang dirham yang hilang
·         Perumpamaan tentang anak yang hilang
  • 3 pengajaran perumpamaan yang berurutan ini muncul berawal dari satu peristiwa yang melatarbelakanginya (Lukas 15 :1-3)
·         Konteks : orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut karena Ia menerima orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia
·         Perhatikan, kritik terhadap orang Farisi ini muncul lagi di ayat sesudahnya Lukas 16: 14-15

Perikop tentang “Perumpamaan anak yang hilang” diajarkan ditengah-tengah peristiwa ketika Orang Farisi dan Ahli Taurat bersungut-sungut karena Yesus menerima pemungut cukai dan orang berdosa serta makan bersama-sama mereka. Dalam perikop selanjutnya diungkapkan pula tentang orang Farisi yang disebut “hamba uang”, “membenarkan diri di hadapan orang”, “tetapi Allah mengetahui hatimu”.

catatan : untuk beberapa kitab seperti kitab surat, konteks bisa berupa penulis kitab,waktu penulisan, orang-orang yang penerima surat, tujuan khusus dan tema surat, outline surat. Dalam penulisan surat, ada kondisi & peristiwa khusus yang melatarbelakangi penulisannya sehingga berpengaruh pada isi keseluruhan dari sebuah surat dan bagaimana kita menginterpretasikan perikop-perikop dalam surat itu. Informasi ini dapat kita dapatkan dari commentary, dll yang menyediakan informasi tentang latar belakang kitab.

Observasi
1. Observasi sederhana
  • Mulai dengan doa dan langkah sederhana
  • Baca Alkitab dengan cepat untuk mendapat pengertian umum
  • Baca kedua kali dengan lebih perlahan untuk menemukan beberapa fakta
  • Baca ulang lagi untuk fokus pada hal-hal yang menarik bagimu. Garis bawahi hal-hal yang menarik perhatianmu. Ajukan pertanyaan mengapa kamu tertarik dengan ayat itu? Adakah hal dalam hidupmu yang terkait dengan ayat itu?

2.. Observasi untuk mengerti apa yang digambarkan alkitab
·         Visualisasikan peristiwa tersebut, rasakan dengan panca indra
·         Bagaimana keadaan orang-orang, apa yang mereka kerjakan, bahasa tubuh, ekspresi wajah mereka, gerak mereka-apa yang bisa saya lihat? Apa yang bisa saya pegang?
·         Dengarkan suara-suara yang muncul (suara orang-orang)-apa yang bisa saya dengar? Apa yang bisa saya cium?
·         Rasakan atmosphere-nya.. tenang? keras? Menyenangkan? Menakutkan? Apa yang bisa saya rasakan?
·         Melihat perubahan keadaan orang-orang. Apa yang mereka harapkan, bagaimana keteguhan sikap mereka, perubahan yang terjadi pada mereka.Bagaimana respon mereka terhadap orang lain yang mereka temui?

Latihan: Lukas 15:1-3
Diskusikan dan gambarkan suasana yang sedang terjadi. Apa yang sedang mereka kerjakan, bagaimana ekspresi mereka, gerak-gerik mereka, perubahan keadaan mereka. Kebenaran apa yang anda lihat?
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

3. Observasi dengan melakukan pekerjaan seorang detectif (pertanyaan 5W 1H)
·         Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membawa pada sebuah kesimpulan
·         7 pertanyaan pencari fakta, amati dan catat serinci mungkin:
·         Siapa (orang, tokoh-tokoh dalam perikop)
·         Dimana (tempat-tempat yang disebutkan dalam perikop, apa yang terjadi di sana)
·         Kapan (waktu, apa yang terjadi di masing-masing waktu tersebut)
·         Apa (temukan fokus. Cari kata kerja yang penting, hal-hal yang berulang dalam perikop,
·         Bagaimana (cara, sikap)--terkait dengan pertanyaan “Apa”
·         Mengapa (penyebab, tujuan)-- terkait dengan pertanyaan “Apa”. Amati kata-kata kecil seperti 'oleh sebab itu', 'karena', 'supaya', dst)
·         JADI (hasil, kesimpulan)

Latihan: Lukas 15:11-32
Gunakan Metode 5 W dan 1 H untuk perikop ini. Tulislah pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama penggalian.

Penggalian
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul[4]
Siapa



Dimana



Kapan



Apa



Bagaimana



Mengapa



Jadi




Interpretasi
  • Buatlah outline perikop. Potongan-potongan scene cerita  , bisa karena perubahan lokasi tempat, atau perubahan topik cerita, perubahan tokoh, dll. Outline akan memberikan gambaran tentang alur cerita secara keseluruhan.
  • Kita bisa memperdalam interpretasi kita dengan mendalami beberapa kata kunci yang penting dalam perikop. Kamus dan ensiklopedi akan menolong kita menemukan makna terdalam dari kata yang digunakan.
  • Hubungkan titik-titik fakta yang tersembunyi-penghubung mata rantai sehingga kita mendapat gambaran keseluruhan tema, rhema cerita.
  • Pertanyaan yang kita ajukan dalam interpretasi adalah “apa pesan yang ingin disampaikan penulis bagi pembacanya pada masa itu?”
  • Khusus untuk kitab Injil (cerita) kita bisa menarik interpretasi melalui:
·         Setting kejadian
·         Identifikasi ttg orang banyak dan masalah mereka.
·         Yesus dan respons-Nya terhadap orang banyak
·         Hasil akhir
  • Jika kamu menemukan kesulitan, bisa menggunakan alat bantu seperti : Commentary, NIV Bible Study, dll. Software yang free tentang Bible Study juga banyak beredar seperti @Sabda OLB, PC Bible Study, E-Sword, dll. Bahan-bahan tafsiran di internet juga banyak disediakan secara free, hanya hati-hati untuk memilah dan memilih mana tafsiran dengan pengajaran yang sehat dan yang bukan.

Contoh metode interpretasi sederhana dengan metode Swedia:
·             Sesuatu tentang Tuhan (Bapa, Anak, Roh)
·            Sesuatu mengenai orang-orang (sifat natur manusia)
·         ?    Sesuatu yang membingungkan
·         i     Sesuatu yang memberi terang baru
·           Sesuatu yang harus aku taati


Buat Skema & tuliskan hasil interpretasimu. Lihat dari perspektif tokoh-tokoh yang ada. Contoh:  Lukas 15:11-32


Interpretasiku
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Refleksi dan Aplikasi
Empat langkah dalam Penerapan:[5]
1.     Kenali (Know): teks-nya, diri anda, dan dunia sekelilingmu.
2. Relasikan (Relate): dengan kehidupanmu sehari-hari, keluarga, gereja, pekerjaan dan komunitas terdekatmu.
3.   Refleksikan (Meditate): Apa maksud/pesan Firman Tuhan ini bagi hidupku saat ini? Pikirkan langkah penerapan yang konkrit dan praktis.
4.      Lakukan (Practise): dengan sungguh dan tekun.


[1]    LeRoy Eims, Pemuridan Seni yang Hilang hal. 96, LLB 2002
[2]    Tadius Gunadi, Makalah PA Induktif KKRJ 2002. Perkantas Jakarta
[3]    Daltur T, Makalah PA Induktif. Perkantas Jakarta
[4]    Pertanyaan yang muncul. PA yang baik adalah menggali dengan pertanyaan yang bisa dijawab (bukan pertanyaan yang tidak bisa ditemukan jawabannya atau yang mengawang-awang). Semakin banyak pertanyaan baik yang diajukan, semakin banyak hal yang bisa ditemukan pada saat pendalaman Alkitab.
[5]    Howard G. Hendricks & William D. Hendricks, Living by the Book (Chicago: Moody Press, 1993), p. 292 – 301.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar