Total Tayangan Halaman

Sabtu, 24 Maret 2012

Dinamika Kelompok Kecil & Bangkit dari Kegagalan Memimpin KTB


Apa itu Dinamika Kelompok?
  1. Dynamics (from Greek - dynamikos "powerful", from - dynamis "power")
  2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinamika kelompok adalah gerak atau kekuatan yang dimiliki sekumpulan orang dalam masyarakat yang dapat menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan.
  3. Pengertian dynamis/ dunamis-"power":
    • strength power, ability-- power for performing miracles
    • force (literally or figuratively); specifically miraculous power (usually by implication a miracle itself): - ability, abundance, meaning, might (deed), (worker of) miracle (-s), power, strength, violence, mighty (wonderful) work.

  1. Dinamika kelompok kecil adalah gerak atau kekuatan kelompok (terkait dengan interaksi, perilaku, relasi, proses, keunikan pribadi/kombinasi) yang memberi pengaruh kepada orang-orang di dalam maupun di luar kelompok kecil tersebut bertumbuh semakin serupa dengan Kristus
  2. 10 prinsip Dinamika Kelompok Kecil1
    1. Membagi pengalaman hidup kristen sebagai dasar dari persekutuan. Menceritakan kebutuhan, masalah, kegagalan, kesenangan merupakan bagian yang penting dalam kelompok karena hal ini membuka pintu bagi Allah dalam menolong dan menyembuhkan.
    2. Membangun persekutuan memperkuat komitmen pada kelompok. Anggota kelompok dapat membagikan masalah-masalah mereka dengan terbuka dan mereka dapat merasakan kasih dan penerimaan dalam kelompok.
    3. Sahabat doa adalah dasar bangunan untuk memperkuat persekutuan dalam kelompok kecil. Doa merupakan hal yang mempererat sebuah kelompok kecil. Doa menjadi tempat mencurahkan segala isi hati dan pergumulan serta mendukung saudara KTB dalam kasih.
    4. Bermain bersama dengan baik seringkali menolong untuk dapat berdoa bersama dengan baik pula.
    5. Pengajaran membangkitkan semangat misi. Firman Allah menjadi dasar sebuah kelompok kecil yang bertumbuh. Aplikasi-aplikasi yang kuat sebagai respon firman mengajarkan kepada anggota kelompok untuk berkembang dan belajar menerapkan Firman Tuhan.
    6. Penyembahan merupakan respon kita terhadap pengajaran Firman. Pengajaran dalam kelompok kecil membuat kita semakin mengenal Tuhan dan menyembah-Nya dan menghargai-Nya.
    7. Penyembahan mempersatukan kelompok. Kedalaman kesatuan kelompok merupakan hasil dari kesatuan kita dengan Allah.
    8. Apabila kelompok giat dalam misi, persekutuan akan diperkuat.
    9. Perjanjian kelompok yang dicetuskan bersama dapat memperteguh tanggung jawab dan memperjelas misi.
    10. Akhir yang baik akan membuat permulaan yang baik.

Ada 4 tahapan dalam membangun KTB2:
    1. Tahap Eksplorasi
Tahap awal terbentuknya sebuah kelompok. Dalam tahap ini pemimpin kelompok perlu memiliki inisiatif ekstra tinggi.
    1. Tahap Transisi
Tahap dimana mulai terjadi gesekan-gesekan dalam kelompok. Merupakan tahap kritis di mana anggota kelompok memutuskan untuk terus bergabung atau berhenti dari kelompok.
    1. Tahap Aksi
Tahap di mana setiap anggota kelompok sudah merasa memiliki kelompok. Urusan kelompok menjadi urusan bersama.
    1. Tahap Akhir
Tahap di mana kelompok hanya memiliki beberapa kali kesempatan lagi untuk mengadakan pertemuan sebelum berpisah satu dengan yang lain.

Ingat 4 unsur yang dibutuhkan dalam membangun Kelompok Kecil:
    • Pengajaran
    • Penyembahan
    • Persekutuan
    • Misi


PA I Tesalonika 1: mengamati ‘dinamika’ di Jemaat Tesalonika mula-mula
1Tes 1:2-10
2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.
3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.
4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.
5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.
6 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
7 sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.
8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.
9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Hasil pengamatan tentang dinamika:

  • Pengajaran : Injil diberitakan dengan kekuatan Roh Kudus dan kepastian yang kokoh
  • Kesediaan belajar, ketekunan : menjadi penurut kami dan penurut Tuhan-- dalam penindasan dan kesukaran menerima Firman dengan sukacita
  • Keteladanan : mereka menjadi teladan bagi orang percaya di 2 provinsi besar.
  • Misi : Firman Tuhan tersebar di berbagai tempat.
  • Kesaksian Pertobatan
  • Pelipatgandaan : kabar tentang iman mereka tersiar di berbagai tempat. Bahkan orang lain bersaksi tentang iman, kasih dan pengharapan mereka.


  • Apa pendapat AKTBmu tentang penggembalaanmu sebagai PKTB?
  • Apa saja kekuatan penggembalaanmu terhadap AKTBmu?
  • Apa saja kekurangan yang harus diperbaiki?
  • Adakah kamu melihat hasil dari pemberitaan Injil dan pembinaan terhadap AKTBmu selama ini?

Peran Pemimpin dalam Membangun Dinamika KK
    • Sebagai Hamba (Mar 10:45)
Pemimpin KK hadir untuk menjadi hamba bagi orang-orang yang telah Tuhan titipkan dalam kelompok, bukan sebaliknya. Seringkali kita perlu merelakan banyak hal demi mengasihi mereka secara total.
    • Sebagai Gembala
Setiap orang yang kita layani adalah milik Allah. Kita tidak melayani untuk kepentingan diri sendiri, tetapi agar mereka mengenal dan mengasihi Allah.
    • Sebagai Teladan
Tindakan seringkali berbicara lebih kuat dibanding dengan perkataan. Cara yang paling tepat untuk mendidik adalah dengan keteladanan bukan dengan nasihat-nasihat.
    • Sebagai Bapa
Kita menegur, menasihati, menguatkan hati setiap orang yang kita pimpin dalam perjuangan mereka menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Tuhan. Hal ini dapat diberikan melalui pengajaran atau konseling.
    • Sebagai Ibu
Seorang ibu mengasihi anaknya tanpa pamrih, demikian kita juga melayani orang yang kita pimpin. Kita memperhatikan dan memenuhi kebutuhan orang yang kita layani dengan tepat.

Kegagalan Pemimpin dalam membangun Kelompok KTB :
    1. Kurang bergantung pada Allah Roh Kudus, mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri
    2. Tidak memiliki visi dalam membangun kelompok kecil
      • Mengapa saya membimbing KTB ini? Apa tujuannya?
      • Kurang memahami gambaran apa yang hendak dibangun
      • Kurang memiliki perencanaan KTB
    3. Motivasi yang tidak murni
      • menyukakan manusia (teman, pengurus, kakak KTB, dll)
      • mendapat pujian dari manusia
      • ada maksud yang tersembunyi (supaya dihargai, dll)
    4. Memulai dengan banyak orang-kuantitas (kurang focus pada pribadi demi pribadi)
    5. Kurang memperhatikan hal-hal yang detail
      • Ibadah pribadi AKTB
      • Persiapan PA (kualitas pengajaran) AKTB & PKTB
      • Pemahaman AKTB terhadap Firman,
      • Doa
      • Fondasi keyakinan dasar (jaminan, ketaatan)—keselamatan, kemenangan, dll
      • Penyerahan diri dan disiplin pertumbuhan AKTB
    6. Waktu pertemuan yang tidak teratur/konsisten-faktor kesibukan
    7. Monoton—kurang ada hal-hal baru dalam kelompok
    8. Relasi yang tertutup-kurang dekat (tidak alamiah), kurang bisa menjaga keharmonisan dalam KTB
      • Perlunya memahami tentang kebutuhan kelompok vs kebutuhan pribadi
      • Kurang waktu pribadi ke pribadi sehingga kurang memahami kondisi adik-adik KTB (kurang kepekaan)
      • Kurang memotivasi adik untuk bertumbuh
      • Interaksi dalam kelompok yang tidak membangun, banyak perbedaan pendapat
    9. Kurangnya KETELADANAN HIDUP dari PKTB
      • Tidak adanya komitmen dan prioritas dari PKTB
      • Kurang konsisten antara perkataan dan perbuatan (kuat dalam pengajaran tetapi lemah dalam teladan)-tidak menjadi kesaksian
    10. Ketidaktegasan di dalam kelompok sikap terhadap dosa,
      • Membiarkan kesalahan/dosa tanpa berani menegur jika salah
      • Ketidakmampuan, ketidakdewasaan dalam menolong AKTB menyelesaikan masalahnya.
    11. Lemahnya transfer Visi pemuridan kepada AKTB


Bangkit dari Kegagalan Memimpin KTB (Belajar kebaikan dari hal-hal buruk)

"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" kata itu diucapkan oleh Natanael, ketika mendengar tentang Yesus dari Nazaret. Nabi-nabi besar muncul dari seputar Yerusalem dan Yehuda. Tetapi Tuhan Yesus Kristus, banyak menghabiskan waktunya bersama orang-orang kecil di pedesaan Galilea, nelayan-nelayan yang tidak terpelajar. Di seputar daerah itu juga Ia memanggil dan mengajar murid-murid-Nya.


Kadang dalam kehidupan kelompok kecil kita, tidak selalu kita menemukan kelompok yang bertumbuh, berkualitas, berisikan orang-orang yang taat. Tetapi tidak jarang bahkan lebih sering kita berjumpa dengan kelompok KTB yang sulit, orang-orang dengan latar belakang yang ‘rusak’, bahkan nyaris terhilang dalam imannya.

Dalam proses membimbing KTB, kegagalan adalah hal akan pernah dihadapi. Salah satu ciri pemimpin KTB sejati yang bertumbuh adalah pemimpin KTB yang pernah gagal namun bangkit lagi dan belajar dari kegagalannya. Proses pembentukan itulah yang mengasah, membentuknya semakin mampu menangani berbagai hal yang dihadapinya dalam kelompok kecil.
Kegagalan adalah salah satu proses pendewasaan (pemurnian) yang paling berharga dalam hidup, menjadi guru terbaik yang mengajarkan prinsip-prinsip nilai hidup yang berharga. Bangkit dari kegagalan dan akhirnya mengatasi kegagalan itu adalah kesuksesan tertinggi. Keberhasilan terbaik selalu melalui cara/proses pencapaian yang tidak mudah, salah satunya lewat ‘kegagalan’.

Beberapa contoh kegagalan KTB :
  • Adik KTB yang dibina beberapa waktu lamanya, ternyata sangat mengecewakan dalam pertumbuhan iman dan kesaksiannya.
  • AKTB harus berhenti dari KTB dengan cara yang kurang menyenangkan karena ada konflik dalam kelompok.
  • KTB yang sudah diupayakan bertahun-tahun namun tidak menghasilkan buah apa-apa.
  • Penolakan AKTB terhadap PKTBnya
  • Dan contoh-contoh lainnya (bisa sharingkan pengalaman kegagalanmu)

Salah satu penyebab utama kegagalan kelompok adalah ‘ketidakdewasaan rohani PKTB atau AKTBnya’, cara pandang yang sempit, masih kanak-kanak rohani (manusia duniawi) sehingga banyak muncul konflik.
1Kor 3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

KTB adalah tentang relasi dan mengajarkan pribadi demi pribadi, saling mengasah dalam bertumbuh mengenal Allah dalam hidup mereka. Karena itu proses yang dialami adalah proses yang pasti tidak mudah.
Amsal 27:17 “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”
Ada proses pembentukan yang terus menerus agar seseorang bertumbuh mencapai kualitas seorang murid Kristus. Kita sebagai PKTB menolong pribadi demi pribadi, satu persatu dalam perjalanan hidupnya mengimani dan mengenal Yesus Kristus, Pemilik hidupnya.

Kol 1:28-29 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Bagaimana menghadapi konflik dalam kelompok tumbuh bersama?

Konflik terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan. Konflik bisa bersifat destruktif (menghancurkan) atau konstruktif (membangun). Konflik biasanya diakibatkan karena komunikasi yang kurang baik, kesalahmengertian atau prinsip yang berbeda.

Bagaimana jika kita menghadapi konflik dalam KTB?
  1. Doa
  2. Cari hikmat Tuhan melalui HPdT (Firman, Saat Teduh)
  3. Minta nasehat orang lain yang lebih dewasa rohaninya
  4. Ajak bicara baik-baik. Selesaikan permasalahan dengan baik—lebih banyak mendengarkan.
  5. Menyatakan kebenaran dengan cara yang benar. Ambil keputusan untuk mendewasakan kelompok dan pribadi-pribadi yang ada di dalamnya.
  6. Restorasi diri, evaluasi pribadi,
  7. Menyerahkan adik yang dibimbing ke dalam tangan Tuhan.

1Kor 4:21 “Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?”


Daftar Pustaka:
  1. Wikipedia, the free encyclopedia
  2. NN, Makalah Dinamika Kelompok Kecil (Perkantas,-)
  3. Rob Nicholas, dkk, Buku Pegangan Pemimpin Kelompok Kecil (Perkantas, 2003)
  4. Hans Finzel, 10 Besar Kesalahan yang Dibuat para Pemimpin (Interaksa, 2002)
  5. Tom Yeakley, Bahan PA Menjadi Pekerja Kristus (Kalam Hidup, 2004)
  6. John C. Maxwell, Dampak dari Sikap Anda (Light Publishing,2009)

Samirono Baru, 30 Juni 2010. Revised edition: 12 November 2011
Naomi Fortuna K (Staff Perkantas DIY)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar