Total Tayangan Halaman

Jumat, 17 Februari 2012

Bersaksi









Definisi Bersaksi

Martureō = menjadi saksi, menanggung kesaksian, contohnya meneguhkan bahwa ia telah melihat atau mendengar atau mengalami sesuatu, atau telah mengerti sesuatu karena pengertian ilahi yang diberikan kepadanya.

Martus= seseorang yang mengingat, memiliki informasi atau pengetahuan, tentang sesuatu hal. Seseorang yang bisa memberikan informasi, memberikan cahaya, atau mengkonfirmasi sesuatu. Kata ini sering juga digunakan untuk seseorang yang memberitahukan fakta tentang Injil dan berita yang ada di dalamnya.

Dari kata ini muncul kata "Martures" yang ditujukan bagi orang-orang yang menderita kematian sebagai konsekuensi dari pengakuan imannya terhadap Yesus Kristus.


Jadi bersaksi dalam pengertian Kristen adalah : memberikan kesaksian, informasi, berita, kabar baik tentang Injil Yesus Kristus kepada orang lain. Bersaksi adalah sebuah proses, setiap hari dan membawa dengan segala hikmat menolong orang yang tidak percaya untuk mengambil satu langkah semakin mendekat pada Yesus. Bersaksi melewati sebuah proses dimana tergarapnya tanah pikiran dan hati manusia untuk menolong mereka lebih bersedia mendengar kepada kebenaran (I Kor 3:6)

1Pe 3:15-16 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab (apologian) kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.


Apa yang Disaksikan oleh seorang Saksi Kristus

Yang dikabarkan oleh seorang saksi Kristus adalah kebenaran Injil. Apakah kebenaran Injil itu? Allah menyelamatkan manusia yang berdosa melalui kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia.

· Allah menciptakan seluruh alam semesta, dan semua ciptaan-Nya adalah baik. Allah adalah pencipta, pemilik alam semesta.

· Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Manusia diberi kapasitas untuk berpikir, mengasihi, berelasi, berotoritas mengelola dan memelihara alam ciptaan Tuhan

.· Manusia jatuh ke dalam dosa karena godaan Iblis dalam wujud ular yang menipu manusia. Manusia melanggar aturan Allah, memilih memberontak terhadap Allah. Manusia jatuh ke dalam kerusakan total, ingin menjadi seperti Allah. Dosa manusia ini menjadi dosa yang universal, diturunkan kepada generasi demi generasi manusia dan menimbulkan kerusakan pada relasi dengan alam, relasi dengan diri, relasi dengan sesama dan relasi dengan Allah..

· Allah begitu mengasihi manusia. Allah mempersiapkan jalan keselamatan bagi manusia. Bangsa Israel menjadi umat pilihan-Nya untuk persiapan jalan kepada keselamatan. Bangsa Israel gagal, bahkan menolak Anak-Nya yang Tunggal yang diutus di tengah mereka.

· Yesus Kristus, Anak Allah, datang ke dunia untuk menyampaikan Injil Kerajaan Allah bagi dunia. Begitu besarnya kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

· Yesus Kristus mati di atas kayu salib, untuk menanggung seluruh penghukuman atas dosa manusia. Allah menghakimi seluruh dosa manusia di atas Salib Kristus. Murka Allah tercurah atas dosa manusia, Kristus menanggung seluruh dosa manusia dalam pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Ia membawa orang-orang yang tidak benar kepada Allah, dan mereka yang percaya beroleh pengampunan dosa dalam kasih karunia-Nya.

· Yesus Kristus bangkit dari kematian dan membuka jalan bagi orang percaya kepada Allah. Kebangkitan-Nya menjadi jaminan pasti bagi kita bahwa maut telah dikalahkan, dan kita akan hidup selama-lamanya bersama Allah. Bagi orang-orang yang menerima-Nya diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, pada zaman akhir akan dibangkitkan dan hidup bersama-sama dengan Allah.

· Allah mencurahkan Roh-Nya kepada orang percaya. Roh Kudus menginsafkan kita akan dosa, dan menyatakan kebenaran kepada kita. Roh Kudus menolong kita beriman pada Kristus, bukan karena logika, tetapi karena kasih karunia Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus.

· Segala bangsa, suku dan bahasa akan masuk ke dalam Kerajaan Allah, yaitu orang-orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Keselamatan disediakan bagi orang percaya, yang beriman pada Yesus Kristus, mengalami pengampunan-Nya di atas kayu Salib, menyerahkan setiap aspek hidup di bahwa kuasa-Nya, dibaptis oleh Roh yang mempersatukan orang percaya, menerima karunia Roh Kudus dan hidup dalam persekutuan orang kudus.

· Keselamatan adalah pemulihan pemerintahan Kerajaan Allah yang penuh kasih karunia dan damai di masa lampau, masa kini, masa depan, bagi individu, komunitas, bangsa dan segala ciptaan, suku bangsa dan bahasa.

Pendekatan dalam Bersaksi
Di dalam salah satu metode PI, kita mengenal adanya satu langkah awal sebelum bersaksi. Beberapa langkah awal ini bisa jadi berupa membangun persahabatan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting, membangun relasi yang berkesinambungan dengan, dll.
Beberapa pendekatan untuk bersaksi yang bisa digunakan:
  • Melakukan aktivitas bersama dengan orang yang belum mengenal Tuhan (hobby, olahraga, kegiatan lainnya) secara natural, apa saja yang ada sukai
  • Memulai percakapan-percakapan rohani. Jangan takut untuk memulai atau menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit yang diajukan tentang hal rohani. Jika kamu tidak siap menjawab, minta waktu untuk memperlajarinya lebih dahulu, kemudian bertemu lagi untuk membahasnya.
  • Temukan pertanyaan-pertanyaan kunci yang membuat orang bertanya lagi tentang perspektifnya. Temukan pertanyaan-pertanyaan yang menimbulkan keingintahuan untuk mendengar lebih lanjut. Pertanyaan merupakan salah satu kunci untuk bisa masuk ke dalam kesaksian dan percakapan rohani. Pertanyaan juga dapat merobohkan barrier-penghalang yang selama ini memberi jarak bagi kita untuk bersaksi.
  • Penginjilan yang terbaik selalu dimulai dengan relasi yang baik dan saling percaya. Persahabatan adalah jalan masuk kepada pemberitaan Injil yang tulus, otentik dan bermakna bagi sahabat yang mendengarkan kesaksian kita
  • Ada banyak metode yang bisa kita gunakan dalam memberitakan Kabar Baik. Bisa dengan bercerita, atau dengan metode-metode yang sudah pernah kita dengar (jembatan, EE, dll). Bercakap-cakap adalah salah satu metode yang baik. Berdiskusi pendek dengan seseorang tentang keyakinan dan Iman Kristen akan membangun sedikit demi sedikit pemahaman orang tersebut akan nilai-nilai Kekristenan.
  • Traktat atau perlengkapan lain juga bisa digunakan. Ada rekan yang mempersiapkan power point, ada juga yang menggunakan sarana-sarana yang ada seperti media blog, fb, twitter, dll untuk bersaksi tentang Kristus.
Tantangan seseorang yang bersaksi
Kita menghadapi zaman yang tidak tertarik dengan hal rohani, termasuk berita Injil. Di zaman ini ada beberapa karakteristik yang menyebabkan sulitnya seseorang menerima berita Injil:
  • Penolakan akan moralitas yang absolut, dunia dengan sistem nilai yang berbeda dan nilai-nilai yang sangat relatif. Kebenaran direlatifkan, tidak ada kebenaran tunggal atau yang mutlak benar. Kita juga menghadapi dunia dengan moral yang sudah rusak. Hukum tidak berbicara tentang kebenaran lagi, yang salah bisa jadi benar dan yang benar bisa jadi salah.
  • Terjadi sikap yang skeptis terhadap kebenaran. Semakin berkembang sikap skeptis terhadap kebenaran agama, termasuk di dalamnya terhadap iman Kristen. Iman Kristen diserang sedemikian rupa. Pengajaran-pengajaran Kekristenan dibombardir dengan pengajaran-pengajaran yang meragukan, mengurangi, berusaha merobohkan iman Kristen.
  • Menemukan kebenaran dengan versinya sendiri yang sesuai dengan keinginannya dan tidak peduli dengan kebenaran yang sejati. Banyak orang membuat spritualitas versinya sendiri. Mereka cukup nyaman dengan “agama” yang di anutnya, dan tidak pernah menanyakan kedalaman imannya terhadap agama yang diimaninya.
  • Bertambahnya penolakan terhadap orang-orang yang percaya pada kebenaran yang sejati. Orang-orang yang memegang iman sejati akan mengalami banyak benturan dengan orang lain yang nilai-nilainya berbeda. Karena perbedaan itu mereka cenderung ditolak dan diabaikan, bahkan dibuang. Iman Kristen sekarang semakin teruji di tengah dunia yang benar-benar sudah menolak Allah. Karena itu kesaksian dari anak-anak Tuhan seharusnya benar-benar lahir dari iman yang sejati karena iman yang sejati adalah iman yang teruji.

2Ti 4:1-5 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!


Contoh dalam Saksi Kristus dalam Alkitab dan kehidupan kita di zaman sekarang

  • Stefanus (Kisah 6-7)
(Act 7:55-60) Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

  • Paulus
1Co 9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
1Co 9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

·Brother Yun di Cina

·Kitab yang dinantikan suku Karen di Birma
·dan masih banyak saksi-saksi Kristus lainnya di berbagai tempat dan sepanjang zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar