Total Tayangan Halaman

Kamis, 10 Maret 2011

“Be A True Disciple”


-Mengasihi Kristus lebih dari yang lain-
(Lukas 14:25-32)
· (25) “berduyun-duyun mengikuti Yesus…”
a. Yesus telah populer dan diikuti banyak orang
· Luk 4: 42b … Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
· Luk 6:18… Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
· Luk 6:19… Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
b. Ada banyak motivasi orang berduyun-duyun mengikuti Yesus. Mereka setidaknya telah menyaksikan dan mendengar tentang :
· Kesembuhan orang-orang yang sakit penyakit (kerasukan roh jahat, demam, kusta, lumpuh, orang yang sakit keras dan hampir mati, sakit pendarahan, dll)
· Kebangkitan orang muda & anak yang sudah mati
· Kuasa pengajaran-Nya
· Mujizat penangkapan sejumlah besar ikan, pemberian makan 5000 orang
· Pertobatan orang berdosa (pemungut cukai & orang-orang berdosa lainnya), dll
c. “ Sambil berpaling..”
· Berhenti sejenak (pause..),
d. Apa dasar motivasimu mengikut Yesus? Mengapa kamu mengikut Yesus?
· (26) …Tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan ..”
o Membenci [1]= kasih kepada Yesus lebih tinggi daripada relasi kasih kepada orang-orang terdekat kita. Bisa diartikan : “love me more than you love your father and mother, your wife and children, and your brothers and sisters..” (Contemporary English Version)
§ Kasih yang lebih daripada kasih kita kepada bapa dan ibu (orang tua yang mendidik, membesarkan dan melahirkan kita)
§ Kasih yang lebih daripada kasih kita kepada pasangan hidup kita (orang yang sangat kita cintai, bagian dari diri kita)
§ Kasih yang lebih daripada kasih kita kepada anak-anak yang kita lahirkan dan besarkan
§ Kasih yang lebih daripada kasih kita kepada saudara-saudara kandung kita
o …bahkan nyawanya sendiri = kasih kepada Yesus yang lebih tinggi daripada nyawanya sendiri. Nyawa merupakan bagian dari jiwa manusia, yang juga merupakan bagian yang ada dalam seluruh mahluk hidup.
· (27) “… memikul salibnya..”
o Salib adalah alat eksekusi hukuman mati kepada penjahat, sebuah instrumen penganiayaan atau penderitaan. Salib pada masa Romawi digunakan untuk mengeksekusi budak atau orang asing yang terhukum. Kematian akan secara perlahan dialami oleh orang yang disalibkan. Ia akan melalui sakit yang sangat luar biasa akibat siksaan cambuk dan tubuh yang terpaku di kayu salib. Perjanjian baru berbicara tentang penyaliban kita bersama Kristus (Ro 6:6; Gal 2:20; 5:24; 6:14), dan tidak hanya mengalami persekutuan dengan salibNya tetapi juga kebangkitanNya.
o Salib merupakan simbol penyerahan diri Kristus yang taat secara total. Kristus sepenuhnya melakukan kehendak Bapa, melalui penderitaan salib yang harus pikulNya. Mengambil salib kita dan memikulnya memiliki makna kesediaan kita untuk meneladani dan mengikuti jejak Kristus. Berarti juga bersedia secara total setiap hari untuk taat melakukan kehendak Allah. Bersedia melalui setiap konsekwensi yang harus diterima akibat melakukan nilai kebenaran Kristus.(Mt 10:38; 16:24; Mk 8:34; Lk 9:23; 14:27).
o Salib Kristuspenebusan yang diselesaikan melalui kerendahan hati Allah yang begitu dalam, bukan melalui pertunjukan kuasa dan kemuliaan yang megah. Jalan yang ditempuh murid adalah jalan salib, bukan jalan kemuliaan diri dan pertunjukan kemampuan diri/keakuan.
(28-30) Ilustrasi seorang yang membangun menara
”tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya”

o Duduk dahulu – mempertimbangkan baik-baik apa yang dimilikinya
o Uang = resources yang dimiliki. Anggaran biaya—berapa kebutuhan total dari pendirian menara ini hingga selesai, apakah cukup dana yang kita miliki?
o Pemuridan membutuhkan biaya yang sangat besar, sebuah proses yang panjang dan ada harga yang sangat besar yang harus dihadapi (26,27,33)



(31) Ilustrasi raja yang akan berangkat berperang
... “duduk dahulu untuk mempertimbangkan”
o
10 ribu orang = resource yang dimiliki. 20 ribu orang = tantangan yang akan dihadapi.
o Tantangan (peperangan, the battle) dalam pemuridan sangatlah besar. Untuk mengikut Kristus dan menyatakan kebenaran Kristus, kita harus siap mengasihi Dia lebih dari yang lain
o Mengasihi Yesus lebih dari segala hal yang lain menjadi jawaban atas berapa harga yang harus dibayar dalam mengikut Kristus. Menempatkan Dia, kasih kepada Nya jauh lebih tinggi dari siapapun dan apapun, termasuk diri kita sendiri. Tidak ada posisi tengah atau abu-abu dalam hal ini, dan setiap orang yang mengikut Dia harus memilih kepada siapa hidupnya ia abdikan.
· (32) Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
o Melepaskan diri artinya memisahkan, tidak terikat hatinya dengan harta benda dan seluruh kepemilikan yang selama ini menjadi tujuan hidupnya. Segala milik disini berarti seluruh kekayaan, setiap harta benda yang dimilikinya.
o Harta benda dan kekayaan sering menjadi tujuan hidup seseorang dan menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Seorang murid Kristus adalah seorang yang bersedia mengorbankan diri (self sacrifice) atas segala miliknya termasuk harta bendanya.
o Seorang murid Kristus mengerti bahwa harta milik yang ada padanya dipercayakan oleh Tuhan. Semua itu bukan lagi sebagai miliknya sendiri tetapi untuk dikelola bagi kemuliaan Tuhan.
I never made a sacrifice. We ought not to
talk of 'sacrifice' when we remember the great
sacrifice which He made who left His Father's
throne on high to give Himself up for us.”
David Livingstone (1813-1873)
Scottish missionary, doctor and explorer to Africa
Kepuh, Yogyakarta, Naomi Fortuna (Staff Perkantas DIY)
Jumat Agung, 2 April 2010


Text Box: DAVID LIVINGSTONE  Laki-laki kurus itu berdiri memberi kesaksiannya di depan para mahasiswa. Wajahnya penuh kerut, pendengarannya agak berkurang akibat demam rematik yang pernah dideritanya. Laki-laki itu adalah seorang dokter penginjil seribu desa di bawah sinar matahari Afrika. Ia bernama David Livingstone, lahir di Blantyre, Schotlandia pada tahun 1813.  Seorang anaknya meninggal ketika mereka sedang melintasi salah satu padang pasir yang luas di Afrika. Istrinya meninggal dunia dalam perjalanan misi mereka melewati tanah dan sungai-sungai Afrika, akibat serangan sakit malaria. Ia terus melangkahkan kakinya jauh ke jantung Afrika untuk memberitakan Injil dan mengobati orang sakit. Dengan tubuh yang semakin lemah ia terus menjalankan misinya membawa berita Injil.   David Livingstone meninggal setelah 39 tahun ia berjalan dengan menempuh 29 ribu mil di benua Afrika, membawa dua juta orang Afrika kepada Injil. David meninggal di atas lututnya dalam doa, ketika ia sudah sangat lemah dan sudah tidak dapat berdiri lagi. Terang Injil itu terus bercahaya hingga saat ini di benua Afrika.

[1] Kata benci (hate) dalam perikop ini memiliki makna mencintai Kristus jauh lebih dari yang lain. Hal ini tampak jelas ketika seseorang harus memilih antara mengikut Yesus atau mengikut orang-orang yang terkasih yang dalam hidupnya, ketika keduanya bertentangan secara nilai kebenaran. Kadang kala kita menemukan orang-orang yang kita kasihi bertentangan dengan kebenaran Kristus. Ketika kita menghadapi pertentangan antara ajaran Kristus dan orang terkasih (contoh orang tua kita), maka kita harus bersikap bijaksana, dengan prinsip tetap menghormati orang tua kita namun tetap mengidupi nilai-nilai kebenaran Kristus. Terus berdoa agar orang tua akhirnya bisa memahami nilai-nilai Firman Tuhan yang kita miliki.
Ketika kesulitan dan penganiayaan datang, apakah kita akan tetap mengakui Dia sebagai Tuhan atau memilih menyangkal Dia dan kebenaranNya karena kita takut kehilangan orang-orang terkasih dan kenyamanan/keselamatan diri kita? Kesetiaan sebagai murid sampai akhir, membutuhkan kasih kepadaNya yang jauh lebih besar daripada kasih kepada yang lain.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar